Fangirling atau Fanboying Idol K-Pop Favorit di Kala Pandemi

Fangirling atau fanboying adalah suatu kegiatan dimana penggemar atau fans  ketika menikmati, menonton, atau menyimak informasi mengenai idolanya secara antusias. Singkatnya, disaat kita atau seseorang yang menjadi penggemar atau fans dari suatu idola, sedang menunjukkan rasa cinta dan dukungannya untuk idolanya, sudah bisa dikatakan sebagai fangirling atau fanboying. Fangirl adalah sebutan untuk penggemar perempuan, sedangkan fanboy untuk penggemar laki-laki. Seseorang bisa disebut sebagai fangirl atau fanboy jika orang tersebut memiliki idola, misalnya penyanyi, atlet, anggota idol group, aktor, atau bahkan tokoh fiksi. Contoh bentuk fangirling atau fanboying dapat berupa menyaksikan konten yang memuat idolanya, menikmati karya idolanya, mengoleksi pernak-pernik atau merchandise yang berkaitan dengan idolanya.

Dalam tulisan kali ini, saya akan membahas mengenai aktivitas fangirling atau fanboying terkhusus pada bidang yang berbau kekoreean. Yak, benar! Alasan saya memilih topik ini karena saya sendiri juga merupakan seorang fangirl dari beberapa idol group K-Pop hehehe. Selain itu, saya juga tertarik dengan bagaimana fangirl atau fanboy tetap bertahan dan loyal menyukai idolanya walaupun badai pandemi COVID-19 menghadang.

Sebelum pandemi COVID-19, kegiatan fangirling atau fanboying lebih beragam dan terasa lebih intens. Para penggemar atau fans dapat berinteraksi secara langsung dengan idolanya melalui acara konser musik, fan sign, atau fan meeting. Namun, karena datangnya pandemi COVID-19, interaksi antara idola dengan penggemar dibatasi. Pembatasan ini sangat mengecewakan penggemar dan artis idola, terlebih bagi yang berada di luar negeri. Penggemar atau para fans dan pihak artis idola, mau tidak mau harus beradaptasi serta mencari jalan lain agar interaksi tetap berjalan meski pandemi COVID-19.

Para agensi hiburan atau entertainment harus memutar otak dan mencari strategi serta solusi agar interaksi antara artis idola dengan penggemar tetap hangat dan menyenangkan. Ada beberapa langkah yang dilakukan para agensi hiburan untuk mempertemukan para penggemar dengan idolanya, yaitu konser musik daring, acara video call yang disertai dengan acara fan sign, serta acara fan meeting daring. 

Beberapa idol group K-Pop yang telah melaksanakan konser dan fan meeting daring adalah NCT 127 dan Stray Kids. Biasanya konser musik daring, online fan sign video call event, dan fan meeting daring tidak diadakan secara gratis. Penggemar harus membayar agar bisa mendapatkan link akses untuk mengikuti acara konser dan fan meeting daring. Artis idola dapat berinteraksi bersama penggemar dengan cara virtual seperti ketika melakukan video call, tapi tidak semua fans dapat berbicara langsung dengan artisnya.   

Sementara itu, online fan sign video call event biasanya diladakan pada saat periode artis melakukan promosi lagu atau setelah comeback. Tidak semua penggemar dapat mengikuti online fan sign video call event. Diperlukan uang yang banyak serta keberuntungan yang tinggi. Pada umumnya, cara kerja online fan sign video call event adalah penggemar diminta untuk membeli album fisik karya artis. Kemudian, penggemar akan mendapatkan undian. Setelah itu, nomor akan diundi untuk dipilih pemenang yang akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu artis idola melalui panggilan video dan album yang telah ditandatangani oleh artis.

Selain fangirling atau fanboying dengan berinteraksi dengan artis idola, ada juga cara yang cukup banyak diminati, tapi tidak ada interaksi langsung antara fans dan idola, yaitu dengan mengoleksi merchandise atau pernak-pernik yang berkaitan dengan idola. Saya termasuk dalam kategori fangirl seperti ini, karena saya tipikal penggemar yang tidak mau mengeluarkan terlalu banyak uang. Merchandise yang biasanya dijual adalah album musik fisik, light stick, photo card atau kartu foto, poster, dan lain sebagainya. Saya sering menjumpai penggemar yang memperlakukan barang-barang tersebut sebagai benda berharga layaknya logam mulia atau saham yang bisa diinvestasikan untuk masa depan.

Dengan berbagai macam cara yang ditawarkan agar kegiatan fangirling ataupun fanboying tetap berjalan selama pandemi, tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang menggunakan jalan tikus atau cara ilegal. Saat kegiatan konser dan fan meeting daring, masih sering dijumpai oknum yang mengadakan siaran langsung di media sosial agar para penggemar lain yang tidak membayar dapat ikut serta juga. Hal tersebut dapat dengan cepat ditindaklanjuti oleh pihak penyelenggara. Selain itu dalam bidang koleksi merchandise, banyak tindak kejahatan yang sering terjadi. Tidak sedikit ditemukan kasus penipuan yang berkedok jual beli barang, tapi ternyata barang tersebut palsu atau ada pihak yang melarikan uang. Penggemar harus berhati-hati agar tidak terjadi kerugian.

Semua orang memiliki cara tersendiri dalam fangirling atau fanboying idolanya. Jangan sampai kita terlalu sibuk fangirling atau fanboying, tapi melupakan kehidupan sehari-hari atau real life diri kita masing-masing. Di tengah-tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, kita harus pandai-pandai mengatur keuangan dan waktu. Jangan menjadi orang jahat demi mengagumi idola kita. Marilah kita bersama tumbuhkan budaya fangirling dan fanboying yang sehat serta menyenangkan! ^^

-Helga Natasha KS, Sejarah UGM 2020-

Komentar